Togean Islands, Rentetan Berlian di Jantung Indonesia

Senja di Togen Island
Senja di Togen Island

Halo readers, gimana lebarannya kemaren? seru? ataukah ada yang cutinya dipake liburan? pada kemana aja nih, heheh. Ngomong-ngomong liburan lah yah, gak usah jauh-jauh. Indonesia kita terlalu luas buat di explore dan pantas buat Adventure.

Nah Lebaran kali ini, saya bersama teman saya menyusuri kepulauan yang gak kalah keren. Letaknya, di Provinsi Sulawesi Tengah tepatnya di Teluk Tomini. Daerah ini sudah diresmikan sebagai Taman Nasional pada tahun 2004 dan secara administrasi terletak di Kabupaten Tojo Una-Una.

Kami menuju Kepulauan Togean dengan start poin dari Manado, yeah.. itulah tempat tinggal saya readers, kota ku yang kucintai. Memang akomodasi berupa transportasi dari Manado ke sana cukup baik untuk di akses dengan menggunakan jasa travel P.O biasanya saya menggunakan C.V Garuda Mas di Jl. Kartini No. 5 (Sarapung), Manado untuk tarifnya sendiri bangku depan Rp.200.00, tengah 150.000, belakang 125.000 (harga dapat berubah sewaktu-waktu) nah untuk readers yang mau lebih murah nih dan tahan mabuk eheheh, bisa menggunakan Bus Bitung-Gorontalo yang ada di terminal Bitung tentunya. Untuk readers yang berencana datang dari Jakarta, dapat langsung “Landing” di Bandar Udara Jalaluddin Gorontalo karena dari situlah penelusuran yang berhubungan dengan laut kita di mulai.

Untuk menuju ke Pelabuhan Ferry Gorontalo, kita bisa menggunakan jasa bentor. Nah, bentor ini adalah transprtasi umum yang menjadi ciri khas dari kota Gorontalo.

Guys akhirnya kita sampai di pelabuhan Ferry Gorontalo, untuk menuju ke kepulauan Togean kita harus menyebrang ke Pelabuhan Wakai. Kapal ke pelabuhan Wakai, biasanya berangkat pukul 20.00 Wita dan sampai sekitar jam 07.00 Wita. Sebelum sampai ke wakai, saya dan teman saya sudah memutuskan untuk stay di salah satu cottage yang terletak di Pulau Kadidiri. Black Marlin Dive Resort, memang Black Marlin adalah cottage yang menyediakan perlengkapan Dive yang sangat lengkap dan juga tenaga pengajar yang Profesional bagi yang sekedar mengamnil Intro Scuba Dive atau Dive Course. Kami memilih cottage ini karena salah satu tujuan datang untuk diving juga. Selain perlengkapan yang lengkap, Black Marlin juga memberikan akomodasi berupa transportasi laut bagi kami untuk menyebrang ke Pulau dari pelabuhan Wakai.

Black Marlin boat

Pelabuhan Wakai

Sudah ada Boat milik resort yang menunggu kedatangan kami. Jadi sebenarnya Kepulauan Togean terdiri dari banyak pulau dan keunikannya masing-masing setiap pulau. Kadidiri ini adalah pulau yang cukup terjangkau dan dapat dicapai sekitar 15 menit dengan Boat.

kadidiri island

Kadidiri Island

Belum bersandar di dermaga, saya sudah sangat terkagum dengan Kadidiri. That’s nice! Its beautifull. Beraneka ragam karang terpajang hanya di depan Cottage yang terletak di pesisir pantai. It’s great to do snorkeling. Sesampainya di cottage, kami langsung mendaftarkan diri kami dan langsung mendaftarkan untuk Dive. Sebelum melakukan Dive kami harus melaksanakan beberapa training dari pro dive, dan menandatangani surat pernyataan tentunya. So, buat yang memiliki penyakit atau gangguan harus didiskusikan dulu yah dengan pro dive nya apakah bisa untuk dive atau tidak memungkinkan. Waktu itu kami tiba di cottage sakitaran jam 10 pagi, dan kami disuguhkan breakfast. Disini uang penginapan yang di bayar sudah termasuk dengan makanan 3x sehari. Dan harga berada di kisaran 275.000 per orang, untuk kamar share bad 2 orang.

Setelah melakukan beberapa persiapan, kami dirasa sudah siap untuk melakukan Dive. Saya hanya mengambil introducing scuba dive, jadi hanya sekali dive saja. Sedangkan teman saya mengincar sertifikat dive, jadi mengambil Dive Course. Untuk Intro scuba dive biayanya sekitar 500.000, dan untuk Dive Course sekitar Rp.5.000.000 dengan melakukan beberapa kali dive dengan kedalaman yang bertahap. Sorenya kami melakukan check up perlengkapan dan go to the ocean!!! Saat-saat yag menegangkan bagi saya, karena saya memang tidak memiliki hubungan yang erat dengan lautan hehe, tapiii… Dive kali ini, membuat saya ketagihannnn… heheh.

Persiapan Diving

Persiapan Diving

Awal-awalnya sih saya masih merasa kaku apalagi dengan menyeimbangkan posisi dan buoyancy. Apalagi melihat dalamnya lautan itu, heheh. Saya memang sedikit katakanlah phobia dengan kedalaman air, karena kejadian waktu masa kecil saya. Tapi sekali lagi guys, kalian gak bakalan nyesal buat dive. Choral dan berbagai jenis ikan bisa kalian liat dengan dekat. Apalgi kami ditemani Mr. Jeco, Profesional Dive yang berasal dari Italia, jadi saya cukup merasa “terjaga” selama ada di bawah hehe.

Hari ke dua, teman saya kembali melakukan dive di pagi hari dan saya di izinkan Jaco untuk melakukan Snorkling di New Reef point bersama mereka. Kedalaman sekitar 15 meter. Heheh, tapi tetap saja. Saya takut untuk berkeliling snorkeling tanpa pelampung, jadi saya memutuskan untuk snorkeling di sekitaran boat. Dijamin, semua rasa ketakutan bakalan terusir, ketika melihat keindahan bawah laut Kepulauan Togean.
Eits, hari ini belum berakhir. Sorenya kami, berangkat ke Pulau tempat danau JellyFish dan saya sangat pensaran tentang Jelly fish yang tidak memliki racun tersebut. Dari kadidiri memakan waktu sekitar 20 menit untuk sampai disana, waktu itu kami menaiki perahu motor milik penduduk yang disewa tentunya.

 

Perahu Motor

Perahu Motor

Pantai Karina

Pantai Karina

Hari gini manada yang gratis, eheheh. Yup, ternyata selain danau Jellyfish kami mendapat bonus bersantai ria di Pantai Karina, yang wow white sand pemandangan batuan kapur yang menghiasi pinggiran pulau. Dari pantai Karina ke Danau kita bisa menggunakan track menanjak perbukitan, dan juga bisa mengelilingi pulau dengan bersnorkeling, karena perahu hanya bisa parker di pantai tidak bisa langsung ke sisi pulau yang dekat dengan danau karena akan merusak karang. Kami memilih track menanjak, meilihat kondisi ombak yang tidak memungkinkan untuk mengitari pulau dengan berenang. Dan wow, it’s a Jelly fish but doesn’t matter jika kita menyentuhnya. Memang, waktu dulu populasi Jelly fish masih tergolong banyak. Sekarang kita harus berenang ke tengah-tengah danau untuk melihat gerombolan Jellyfish, nah tak lain dan tak bukan ini dikarenakan ulah manusia yang diantaranya suka mendendang jellyfish yang mungkin tak disegaja dan juga sering menggunakan sunblock ketika berenang di danau.
Matahari mulai menuju peraduannya, dan kami harus segera pulang ke cottage. Cukup bahaya jika malam, ombak cenderung besar.

Small Island

IMG_6628

Hari ke tiga, adalah hari terakhir bagi saya untuk ada disini karena saya harus kembali lagi ke Manado mengepaskan waktu dengan jadwal kapal sedangkan teman saya akan melanjutkan perjalanan esok harinya lanjut Ke Luwuk untuk lebaran disana dan untuk processing sertifikat dive nya. Padahal saya masih ingin berlama-lama disini. Hari ini, saya ingin memuaskan diri saya dengan snorkeling keliling pulau kadidiri heheheh, ditambah seru karena saya banyak berkenalan dengan turis-turis internasional yang sangat welcome. Saya segera mempersiapkan semua barang saya, dan Black Marlin Boat sudah siap mengantarkan saya kembali ke pelabuhan Wakai. Guys, Indonesia itu pantas untuk di eksplor, sempatkan diri kita untuk mengagumi karya Sang Pencipta yang tersenyum ketika membentuk Indonesia, membentuk Kepulauan Togean sebagai berlian yang berentetan.

 

Check and Follow my Instagram : montolalureynaldo

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s